Minda Madani Online

MINDA MADANI Online, menyediakan medium bagi tujuan penyaluran maklumat serta penyebaran pemikiran-pemikiran segar mengenai dakwah, pembinaan keperabadian Muslim dan asas-asas Tarbiah Islamiah. Kesemua artikel dan pendapat yang disiarkan di dalam laman sesawang ini tidak semestinya mencerminkan pendirian ABIM.

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday8
mod_vvisit_counterYesterday154
mod_vvisit_counterThis week323
mod_vvisit_counterThis month2875
mod_vvisit_counterAll612510

Artikel Pilihan

Polemik Kalimah ”Allah” di Malaysia dan Indonesia Siri 1
ADIAN HUSAINIOleh: Adian Husaini

Konsep Islamic worldview  (pandangan-alam Islam) yang ditandai dengan karakteristiknya yang otentik dan final, maka konsep Islam tentang Tuhan, menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, bersifat otentik dan final. Itu disebabkan, konsep Tuhan dalam  Islam, dirumuskan berdasarkan wahyu dalam al-Quran yang juga bersifat otentik dan final. Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat yang khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain. Konsep Tuhan dalam Islam tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani; tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat Barat modern atau pun dalam tradisi mistik Barat dan Timur.

Bagi orang Barat modern, Tuhan tidak lagi dianggap penting kedudukannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan, sebagian filosof Barat menganggap ”kehadiran Tuhan” dapat mengganggu kebebasan mereka. Karen Armstrong, dalam bukunya, History of God, mengutip pendapat Jean-Paul Sartre (1905-1980), yang menyatakan: “… even if God existed, it will still necessary to reject him, since the idea of God negates our freedom.” Karena itulah, manusia modern merasa diri mereka bisa mengatur Tuhan dan berani mereka-reka Tuhan. Bukan Tuhan yang mengatur kehidupan mereka.