| |
Artikel Pilihan
Oleh: Adian Husaini
Konsep Islamic worldview (pandangan-alam Islam) yang ditandai dengan karakteristiknya yang otentik dan final, maka konsep Islam tentang Tuhan, menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, bersifat otentik dan final. Itu disebabkan, konsep Tuhan dalam Islam, dirumuskan berdasarkan wahyu dalam al-Quran yang juga bersifat otentik dan final. Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat yang khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain. Konsep Tuhan dalam Islam tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani; tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat Barat modern atau pun dalam tradisi mistik Barat dan Timur.
Bagi orang Barat modern, Tuhan tidak lagi dianggap penting kedudukannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan, sebagian filosof Barat menganggap ”kehadiran Tuhan” dapat mengganggu kebebasan mereka. Karen Armstrong, dalam bukunya, History of God, mengutip pendapat Jean-Paul Sartre (1905-1980), yang menyatakan: “… even if God existed, it will still necessary to reject him, since the idea of God negates our freedom.” Karena itulah, manusia modern merasa diri mereka bisa mengatur Tuhan dan berani mereka-reka Tuhan. Bukan Tuhan yang mengatur kehidupan mereka. |
|
|
Oleh : Prof. Dato' Dr. Siddiq Fadzil (Siri Kuliah Tafsir Maudhui' Siri ke - 56)
''Surah al-Naml yang memaparkan citra pemerintahan Sulayman `a.s. menyebut kurnia besar yang sekaligus menjadi tonggak utama pemerintahannya, iaitu kurnia ilmu. Demikianlah ayat yang yang mengisyaratkan sebuah pemerintahan berasaskan ilmu (knowledge based). Memang pemerintahan profetis adalah model pemerintahan knowledge based par excellence.'' Surah al-Naml: 15 – 19. Pemimpin, pemerintah dan pentadbir terbaik tidak lain adalah Allah s.w.t. sendiri. Dialah Tuhan yang bernama al-Hakim, al-Wali dan al-Mudabbir yang Maha Sempurna. Manusia adalah makhluk pengembang amanat al-istikhlaf, yang mewakili Allah melaksanakan misi `imarat al-ard (membangun bumi dengan ilmu, sains dan teknologi) dan islah al-ard (mengislahkan bumi dengan pendaulatan nilai-nilai murni: kebenaran, keadilan, kejujuran, kasih-sayang, dan lain-lainnya). Sebagai wakil Tuhan dalam menjayakan misi tersebut manusia dituntut memperlengkapkan diri dengan sifat-sifat unggul al-takhalluq bi akhlaqi ‘Llah (berakhlak dengan akhlak Allah). Manusia yang berjaya menghayati sifat-sifat dan nama-nama Tuhan (al-Asma’al-Husna) dalam batas-batas kemanusiaannya itulah yang disebut manusia rabbani, manusia yang dekat dengan Tuhan dari segi sifat-sifatnya.
|
|
 Obama’s calm leadership style, his deliberative methods and his tight teamwork has winsome most of the commentators upon his 100 days of successful US presidency. Unlike others, Mr. Fareed Zakaria of Newsweek has pointed some specialties on Obama who has read the country and the political moment correctly. He understands that America in 2009 is in a very different place now. Newsweek magazine has reported that today, America is more liberal than it was two decades ago. In a detailed study for the liberal think tank the Center for American Progress, Ruy Teixeira, and John Halpin point out that 67 percent of Americans now think favorably of the term "progressive," a 25 point increase in five years, which suggested that Barrack Obama's success derives from his understanding of this shift—and his readiness to act on it. |
|
|
Menerusi firman-Nya di dalam Al-Quran, Allah swt menzahirkan peringatan yang sangat jelas kepada hamba-hamba-Nya bahawa segala perubahan yang ingin melakukan oleh seseorang manusia, harus dilakukan ketika beliau masih hidup lagi. Seseorang manusia perlu melalui enam fasa kehidupan yang berbeza sebelum menghadapi Hari Pembalasan, yang bakal menentukan haluan kita ke Neraka ataupun Syurga. Fasa-fasa tersebut merangkumi kehidupan di Alam Roh, Alam Rahim, Alam Dunia, Alam Barzakh, Alam Mahsyar, dan Alam Akhirat. Justeru,dalam menjalani kehidupan serta ujian dalam kehidupan di Alam dunia ini,seseorang itu perlu menetapkan sepenuh pergantungannya kepada Allah swt, yakni menerusi usaha dan ikhtiar yang dibuat bersandarkan keyakinan bahawa hasilnya itu adalah di bawah ketentuan Allah swt. Manusia hanya merancang, namun sebaik-baik perancang itu hanya Allah swt kerana Dia sahaja yang mengetahui segala yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Di samping itu, seseorang itu perlu sentiasa Istiqamu ataupun Istiqamah yakni mempunyai pendirian yang tetap serta teguh dalam menetapkan kepergantungannya kepada Allah swt, memandangkan keimanan seseorang itu akan sentiasa diuji.Peri pentingnya istiqamah itu telah dihuraikan dengan terperinci di dalam Al-Qur'an, ayat 30 sehingga 32 Surah Al-Fushshilat. |
|
|
Allah loves those who put their trust in Him as shown in Surah Ali Imran verse 159. The verse says: “It was by the mercy of God that you, Prophet Muhammad, were lenient with them, that you showed indulgence toward them when they disobeyed you; Had you been harsh in speech, Ill-natured, and fierce of heart, Brutish and coarse towards them, They would have dispersed, split away, from about you. So pardon them, pass over what they have done, Pardon your Companions for that which may ensue from them And ask forgiveness for them, for their sins, until I forgive them, And consult them; find out their opinions, in the matter, Consult with them upon the conduct of affairs In order to win their hearts over And so that you may be emulated in this respect; And indeed, the Prophet would frequently consult them. And when you are resolved, to carry out what you wish after counsel, rely on Allah, putyour trust in Him, Put your trust in Allah to give you triumph and domination For Allah loves those who rely on Him.” When the Iranians put out a sentence of death on Salman Rushdie, the non-Muslim world laughed and shook their heads. When a Pakistani owner of a New York TV station devoted to the beauties of Islam cut off the head of his wife when she asked for a divorce, the non-Muslim world, much to our consternation, laughed and shook their heads. People who have sufficient self-esteem do not do such things. Evidently, Muslims are still lacking in this bedrock of their identity. And this lack causes them to behave in such ways that Islamic outreach becomes much more difficult for the rest of us. |
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 17 - 24 of 100 |
|
|
|